|
DATE_FORMAT_LC3
Untuk memuaskan kebutuhannya, manusia harus bekerjasama, berspesialisasi, dan memproduksi peralatan serta kinerja yang diperlukan untuk menambah atau memproduksi bisa dipenuhi jika mereka mengerjakan sendiri..
Ibn Khaldun menjelaskan: meskipun kita berasumsi sebuah makanan yang jumlahnya sangat minimum, yaitu makanan yang cukup untuk satu hari, makanan tersebut dapat diperoleh hanya dengan proses-proses seperti menggerus, mengadonankan, dan memanggang. Tiap-tiap operasi tersebut membutuhkan peralatan yang dapat disediakan hanya dengan bantuan beberapa pengarajin. Asumsikan bahwa manusia dapat mengkonsumsi gandum yang belum siap dimakan, hal tersebut tetap saja memerlukan banyak operasi seperti menyebar, memungut, dan menguraikan gandum. Tiap-tiap operasi tersebut membutuhkan peralatan dan pengrajin seperti yang telah disebutkan di atas. Hal tersebut di luar kemampuan seorang manusia. Sehingga, ia tidak bisa bekerja tanpa kombinasi dari beberapa bantuan sesamanya. Melalui kerjasama, berapapun jumlah kebutuhan manusia akan dapat terpuaskan.
Oleh karena itu, kontribusi division of labour dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas melalui kerjasama dan ketergantungan timbal balik antara satu sama lain. Ibn Khaldun menekankan division of labour, spesialisasi, dan koordinasi dari aktivitas sangat diharapkan di daerah yang berpopulasi padat. Pemikirannya berhubungan dengan penekanan Comte dan Durkheim yang menyatakan bahwa kepadatan populasi mempengaruhi spesialisasi pada division of labour. Pendapat Marshall mengenai pertumbuhan populasi akan lebih besar daripada pertumbuhan alat pemuas kebutuhan manusia, tidak berbeda dengan pendapat Ibn Khaldun. Nashat juga menyatakan bahwa pertumbuhan populasi diikuti dengan peningkatan standar kehidupan. Ia menjelaskan, ‘ketika peradaban (populasi) meningkat, ketersediaan tenaga kerja pun ikut meningkat. Lalu, kemewahan meningkat lagi dalam hubungannnya dengan peningkatan keuntungan, serta adat dan kebutuhan kemewahan juga meningkat. Pengrajin diciptakan untuk membuat barang-barang mewah. Nilai yang terealisasi dari peningkatan barang mewah, dan, sebagai hasilnya, terdapat keuntungan berlipat ganda di kota. Produksi terus berkembang lebih dari sebelumnya. Dan ketika ini berjalan, terjadi kenaikan kedua dan ketiga. Seluruh tambahan tenaga kerja melayani kemewahan dan kekayaan…’
Menurut Ibn Khaldun, makna dari mata pencaharian ada yang alami dan ada yang tidak alami. Yang termasuk dari mata pencaharian yang alami adalah pertanian, perdagangan, dan kerajinan. Pertanian adalah ilmu dan merupakan pekerjaan yang tertua. Tiap-tiap dari pengrajin memerlukan keahlian. Sebagai tambahan dari kemampuan, diperlukan beberapa orang yang memiliki keahlian dalam subdivisi kerajinan. Menurutnya kerajinan “disempurnakan” jika terdapat beberapa faktor, yaitu: 1. Populasi besar yang terorganisir, 2. Budaya yang tetap dalam waktu lama, 3. Adanya permintaan akan barang kerajinan.
Untuk perdagangan, keuntungan di peroleh dari peningkatan modal, melalui pembelian barang dengan harga rendah dan menjualnya dengan harga tinggi. Keuntungan yang sangat besar dapat diperoleh jika barang disimpan sampai harganya berfluktuasi dari rendah ke tinggi atau membawanya ke lokasi lain ketika di lokasi tersebut terdapat permintaan yang lebih besar daripada permintaan di lokasi awal. Menurutnya penimbunan dapat menyebabkan hilangnya keuntungan. Di sisi lain, harga rendah akan membahayakan pedagang yang harus menjual pada harga rendah. Lebih lanjut, perdagangan memerlukan kelicikan. Perilaku negatif sperti itu tidak dilakukan oleh semua pedagang.
Sedangkan yang termasuk mata pencaharian yang tidak alami yaitu, yang pertama adalah dengan menggunakan kekuatan politik melalui perdagangan, pertanian, dan kerajinan. Petani dan pedagang akan menemukan kesulitan untuk membeli livestock dan peralatan, serta untuk memproduksi sesuatu yang dipunyai oleh pertanian dan perdagangan dengan murah. Kompetisi diantara mereka sudah mengeringkan keuangan mereka. Sekarang ketika penguasa yang mempunyai lebih banyak uang bersaing dengan mereka, hampir tidak ada diantara petani dan pedagang yang akan mendapatkan barang diinginkan, dan semua orang akan khawatir dan tidak gembira. Lebih jauh lagi, hal tersebut bisa terjadi ketika penguasa, untuk memperoleh barang dari petani dan pedagang, menggunakan kekuatan mereka atau membelinya dengan harga rendah. Yang kedua adalah pemerasan uang negara oleh penguasa, yang terutama berasal dari pendapatan. Dengan menyimpan uang ini, hartanya dapat terisi. Yang ketiga adalah jika pejabat tinggi pemerintahan mencoba untuk melepaskan diri dari pengendalian pemerintah dan membawa barang negara keluar negeri. Yang keempat adalah pemberian tugas yang tidak adil, yang tidak bisa diberikan kepada buruh paksa. Dan yang kelima adalah pengambilalihan uang atau harta dari pemiliknya tanpa kompensasi dan tanpa penyebab.













